ekstranews.com – Senior Partai Golkar Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie (ADT) kembali mendesak Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia mencopot Hanan A. Rozak dari Ketua DPD Golkar Lampung.
Desakan itu mencuat usai Musda XI Golkar Kota Bandarlampung, Senin (21/9/2026) deadlock. Rycko Menoza memang terpilih aklamasi, namun penyusunan pengurus buntu.
ADT menyebut ada pemaksaan komposisi pengurus oleh DPD I.
“Bagaimana Golkar bisa besar jika konflik terus mewarnai partai ini di Lampung. Sementara partai lain sudah berlari,” ujar ADT, Selasa (22/9/2026).
Menurut ADT, carut-marut ini bukan yang pertama. Musda Bandarlampung sendiri tertunda 9 bulan akibat friksi DPD I dengan Pimpinan Kecamatan (PK).
Sebelumnya, Golkar Tanggamus juga memanas. Juni 2026, 13 PK menolak penunjukan Tony Eka Candra sebagai Plt Ketua DPD II Tanggamus dan menyurati DPP. Sebanyak 15 PK bahkan mendatangi DPP di Jakarta memprotes pemberhentian pengurus kecamatan.
Puncaknya, Musda VI Golkar Tanggamus 15 Juni 2026 batal di lokasi, dengan alasan administrasi DPP belum lengkap. Saat itu PK juga melaporkan dugaan pelanggaran AD/ART ke Bahlil.
ADT menilai rentetan itu bukti gagalnya kepemimpinan Hanan membangun konsolidasi.
“Jangan sungkan, jangan karena yang bersangkutan anggota DPR RI kemudian DPP tidak berani mengambil keputusan. Demi kebesaran Partai Golkar,” tegasnya.
Ia menjamin pergantian ketua tidak akan memecah partai di daerah jika dilakukan lewat mekanisme organisasi. (pi)











